Selasa, 27 November 2012

Seni Ukir Dan Sastra Dalam Agama Hindu-Budha

A. Seni Sastra
Bentuk seni sastra Indonesia bermacam-macam, tetapi secara garis besar terbagi atas dua hal yaitu, prosa dan puisi atau tembang (lagu).  tembang jawa kuno disebut kakawin, sedangkan yang lebih baru disebut kidung. Irama lantunan kakawin masih dipengaruhi irama India. Untuk Kidung sudah mulai perbedaan  dan terus berkembang menjadi macapat yang lebih dipengaruhi oleh Islam. Ditinjau dari isinya, seni sastra Jawa Kuno terdiri atas beberapa jenis, yaitu ;
a. Tutur, yaitu kitab keagamaan, seperti sang hyang kamahayanikan
b. Sastra, yaitu kitab hukum seperti silpasastra
c. wiracarita, yaitu cerita kepahlawanan, misalnya Mahabharata
d. Sejarah, kisah sejarah raja-raja seperti negarakertagama dan pararaton
B. sistem pemerintahan
Sebelumnya, masyarakat Indonesia hanya terdiri atas kelompok-kelompok kecil ber- dasarkan suku dan setiap kelompok dipimpin oleh kepala suku yang dipilih dengan berdasarkan kemampuan bukan keturunan (Primus enterphares). Masuknya Hindu-Buddha  mempengaruhi sistem pemerintahan tersebut, dimana kepala suku digantikan dengan sebutan Raja dan pemilihan pemimpinnya berdasarkan keturunan. Selain itu dalam konsep pemerintahannya dikenal konsep Pendeta Ratu (raja merupakan titisan atau reinkarnasi Dewa). Raja dipercaya mempunyai kesaktian dan berbeda dengan rakyat biasa.

C. Seni Ukir dan Pahat
seni pahat berkembang pda bangunan candi berupa pahatan relief candi atau dalam  bentuk pahatan patung di candi. tema-tema seni pahat yang dihasilkan pada masa Hindu-Buddha sesuai dengan agama yang berkembang pada masa itu. Walaupun demikian dalam seni ukir pada candi disisipi ukiran-ukiran asli Indonesia, seperti rumah panggung, perahu bercadik dan hewan-hewan asli indonesia. Motif ukiran yang  sering digunakan adalah sulur-suluran, daun-daunan, medalion, dan bunga teratai.
sumber: http://kereatifitas-tijarholic.blogspot.com/2011/11/seni-sastra-dan-seni-ukir.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts